Home » » Komunitas Sego Bungkus

Komunitas Sego Bungkus

Written By fajar007.blogspot.com on Senin, 23 Januari 2017 | 10.00

Berawal dari kebiasaan pribadi sang ketua komunitas Dyah Ayu Satiarini yang mempunyai warung makan. Pada saat warung sudah tutup masih ada sisa dagangan yang akhirnya di bungkus dan dibagi-bagikan kepada tukang becak sekitar warungnya. Yang akhirnya kegiatan tersebut dilanjutkan dengan beberapa teman-temannya untuk berbagi sego bungkus pada malam hari. Pembagian sego bungkus dipilih  pada malam hari karena pada malam hari terlihat mana orang-orang yang benar-benar membutuhkan dan yang masih mencari nafkah di malam hari. Dari situlah akhirnya muncul ide untuk membangun sebuah komunitas yang diberi nama bahasa Jawa yaitu sego bungkus (nasi bungkus).

"Kenapa harus nasi? Agar bisa langsung di makan. Kalau berupa uang belum tentu nanti di belikan nasi, sembako juga belum tentu mereka bisa masak karena di jalanan, selimut kita berikan hanya sekali saja, alat tulis juga mereka tidak begitu butuh, akhirnya diputuskan nasi. Sesuatu yang simple yang berasal dari kebiasaan pribadi bisa menjadi berkah buat yang membutuhkan" jelas Dyah. 

Komunitas ini terbentuk pada Juli 2012, tapi kebiasaan untuk berbagi sego bungkus sudah Dyah dan teman-teman lakukan hampir 2 tahun. Selain berbagi sego di jalanan, komunitas ini juga berbagi nasi untuk panti asuhan yang tidak hanya terletak di Kota Malang saja tetapi juga di Kabupaten Malang. Aktifitas Komunitas Sego Bungkus dimulai setiap hari Kamis sore yang dimulai dengan berbagi nasi ke panti-panti asuhan. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada Kamis malam dengan berbagi sego bungkus untuk para kaum dhuafa dan mereka yang masih mencari rejeki pada dini hari seperti penarik becak. Kegiatan berbagi sengaja dipilih hari Kamis karena beberapa panti asuhan ada yang rutin melakukan puasa di hari Kamis. Dan menurut agama Islam, memberi buka bagi orang yang berpuasa dapat membawa berkah.

Selain kegiatan rutin mingguan tersebut, Komunitas Sego Bungkus pada tahun baru kemarin mengadakan pentas seni kecil-kecilan di Wonogiri yang dibuat masyarakat sekitar dengan hiburan alat musik elekton, dan dilanjutkan berbagi sego bungkus pada para pemulung dan pembersih jalan yang mulai bekerja untuk membersihkan sisa-sisa malam pergantian tahun. Juga acara akbar pada 28 April 2013 yang sekaligus merayakan HUT Kota Malang yaitu Malang Berbagi Bersama 1914 Anak Yatim & Dhuafa. 

(sumber :http://halomalang.com/komunitas/detail/komunitas-sego-bungkus-malang)

Banyak komunitas saat ini merajalela, mulai kumpulan motor, mobil, kelompok pecinta tumbuhan, hewan,sampai tataran penggiat bisnis pun membuat sebuah komunitas. tak hanya itu, komunitas sosial pun juga. 

Misi mereka adalah berbagi, tanpa rasa pamrih dan balasan apapun, kelompok yang memiliki niatan tulus ini, biasanya memberikan sesuatu kepada siapapun yang memerlukan. seperti komunitas sego bungkus (rutin berbagi nasi bungkus), ada juga komunitas berbagi buku (bagi-bagi buku), komunitas pecinta anak jalanan (memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan kepada anjal). Serta masih banyak lagi. 

Sebagian dari mereka, menjadikan Inspiratif pada banyak kalangan. kedepannya dapat membangun peradaban suatu bangsa yang jauh lebih baik. 

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2017. Berbagi Wacana - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Partnership Albaypulsa | Arzadia